Pendekatan Inklusif dalam Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam di Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.59422/global.v3i01.762Keywords:
Pendekatan Inklusif, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Islam, Sekolah Menengah AtasAbstract
Pendidikan Inklusif adalah pendekatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Di tingkat SMA, pendekatan ini penting untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja yang beragam. Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan inklusif tidak hanya menekankan pembelajaran agama, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan moral, menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan dan memperkuat identitas keislaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan inklusif dalam bimbingan dan konseling di SMA berbasis pendidikan Islam, guna membantu siswa beradaptasi di masyarakat majemuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis literatur. Teknik Analisis Data yang digunakan mengacu pada model analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Diharapkan, pendekatan ini dapat membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi terhadap keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BK inklusif masih menghadapi kendala, seperti pemahaman guru BK yang beragam, keterbatasan pelatihan, serta minimnya kebijakan pendukung. Meski demikian, beberapa guru telah menerapkan nilai-nilai Islam secara informal dalam BK. Penguatan pendekatan kelompok dan program mentoring keagamaan berpotensi meningkatkan efektivitas layanan BK inklusif.