Upaya Pengurangan Produk Cacat Dengan Metode DMAIC Di PT.AYW (Studi Kasus Pada PT AYW)

Authors

  • Abdul Latip Universitas Pelita Bangsa
  • Bryan Ade Irawan Universitas Pelita Bangsa
  • Desta Dude Syafira Universitas Pelita Bangsa
  • Gita Wina Puspita Universitas Pelita Bangsa
  • Muhammad Afif Ibrahim Universitas Pelita Bangsa
  • Yudi Prastyo Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.59422/global.v3i01.664

Keywords:

DMAIC, Fishbone Diagram, FMEA

Abstract

Cacat produk merupakan masalah kualitas yang sering dialami oleh perusahaan manufaktur. Perusahaan mulai mengalami beberapa pengingkatan keluhan dari beberapa customer yang mendapatkan part part yang sampai di tangan mereka cacat atau memiliki.  Terdapat 8 jenis kecacatan yaitu Sinmark, Wedline, Skretch, Gasmark, Discolour, Korosi, Silver, Ejector. Metode penelitian  SIPOC Diagram Pada SIPOC diagram akan dilakukan identifikasi mengenai input, proses dan output dari suatu proses. Fishbone Dengan menggunakan diagram Fishbone untuk menganalisis faktor apa saja yang menjadi penyebab dari kecacatan produk. Salah satu penyebab atau yang mempengaruhi kerusakan pada produk pada umumnya yaitu : 1.Manusia (Man). 2.Bahan baku (Material). 3.Mesin (Machine). 4.Metode (Method). Maka dari itu diagram Fishbone sebagai alat bantu untuk mencari apa penyebab terjadinya kecacatan itu dan untuk menelusuri masing-masing jenis kerusakan. Failure Mode and Effect Analyze (FMEA) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisis suatu penyebab kegagalan dengan pemberian nilai terhadaap masing-masing kegagalan berdasarkan tingkat keparahan (Severity), tingkat frekuensi (Occurrence), dan tingkat deteksi (Detection). Produk yang mempunyai jumlah cacat paling banyak adalah sinmark, gasmark, korosi, wideline. Produk cacat disebabkan oleh manusia, metode dan mesin. Dalam metode DMAIC dilakukan 4 tahapan  yaitu tahap define, tahap measure, tahap analyze, dan tahap improve. Usulan tindakan adalah menetapkan standar prosedur dalam bekerja (SOP) secara tertulis dan pengaturan mesin, menetapakan standar pengontrolan operator, membuat pelatihan khusus bagi operator, melakukan perawatan mesin, dan menetapkan standar penggantian cetakan. Dengan beberapa tindakan perbaikan yang direkomendasikan diharapkan jumlah kecacatan terhadap produk yang dihasilkan dapat berkurang.

Downloads

Published

2025-01-18