Integrasi Doa dan Meditasi sebagai Strategi Regulasi Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus dalam Pendidikan Inklusif

Authors

  • Siti Juariah Universitas Pelita Bangsa
  • Sarwo Edy Universitas Pelita Bangsa
  • Salsabila Salsabila Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.59422/global.v4i03.1213

Keywords:

Doa, Meditasi, Pengelolaan Emosi, Siswa ABK, Pendidikan Inklusif

Abstract

Pengelolaan emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa berkebutuhan khusus (ABK), karena kesulitan dalam regulasi emosi dapat menghambat proses belajar, interaksi sosial, serta penyesuaian diri mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan strategi intervensi yang tidak hanya efektif secara psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di Indonesia. Doa dan meditasi dipandang sebagai teknik sederhana yang mampu menenangkan pikiran, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat pengendalian emosi siswa ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi doa dan meditasi dalam pengelolaan emosi siswa ABK, menilai efektivitas penerapannya, serta merumuskan model intervensi yang dapat diaplikasikan oleh guru, konselor, maupun orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan (action research). Subjek penelitian terdiri dari sejumlah siswa ABK di sekolah inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan harian pelaksanaan doa dan meditasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik doa dan meditasi dapat membantu siswa ABK dalam menurunkan intensitas perilaku emosional negatif, meningkatkan ketenangan, serta memperkuat kemampuan regulasi diri. Doa memberikan penguatan spiritual dan rasa aman, sedangkan meditasi melatih konsentrasi serta kontrol diri. Implementasi keduanya secara terpadu terbukti efektif sebagai strategi pengelolaan emosi yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan dalam konteks pendidikan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa doa dan meditasi dapat dijadikan alternatif strategi pengelolaan emosi siswa ABK yang integratif, menggabungkan aspek spiritual dan psikologis. Luaran yang ditargetkan meliputi model implementasi praktis doa dan meditasi, peningkatan pemahaman guru dan konselor mengenai pendekatan spiritual dalam mendampingi siswa ABK, serta publikasi hasil penelitian dalam jurnal pendidikan dan konseling.

Downloads

Published

2026-08-15

Issue

Section

Articles