Kerangka Epistemologi Ilmu dalam Islam: Integrasi Bayani, Burhani, Tajribi dan Irfani
DOI:
https://doi.org/10.59422/global.v4i01.1153Keywords:
Metode Ilmiah Islam, Bayani, Burhani, Tajribi, IrfaniAbstract
Metode ilmiah dalam Islam memiliki karakteristik yang khas dan komprehensif karena tidak hanya bersandar pada rasionalitas dan pengalaman empiris, tetapi juga pada wahyu dan pengalaman spiritual. Islam memandang ilmu sebagai sarana untuk memahami realitas kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat empat metode utama yang digunakan dalam memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan, yaitu metode bayani, burhani, tajribi, dan irfani. Metode bayani menekankan pemahaman teks wahyu sebagai sumber utama kebenaran, metode burhani menggunakan akal dan penalaran logis, metode tajribi berlandaskan pengamatan dan eksperimen empiris, sedangkan metode irfani bersumber dari intuisi dan pengalaman spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam metode ilmiah dalam Islam melalui pembahasan keempat metode tersebut serta menjelaskan peran dan kontribusinya dalam tradisi keilmuan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat metode tersebut saling melengkapi dan membentuk sistem keilmuan Islam yang holistik, seimbang, dan bernilai ketuhanan.

