Ketika Self-Service Kurang Berarti: Peran Penggunaan dalam Membentuk Kepuasan Konsumen
DOI:
https://doi.org/10.59422/lmp.v4i01.1247Keywords:
self service technology, kepuasan konsumen, mixed method, restoran, technology acceptanceAbstract
Transformasi digital mendorong restoran di Indonesia mengadopsi self-service technology (SST). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh SST terhadap kepuasan konsumen Mie Gacoan serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaannya. Pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory digunakan, menggabungkan regresi linier sederhana (96 responden) dan wawancara semi-terstruktur (10 informan). Hasil menunjukkan SST berkontribusi positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen , dengan nilai . Analisis kualitatif mengungkap hambatan utama berupa keterbatasan pengetahuan, rendahnya persepsi manfaat dan kemudahan, serta kebutuhan edukasi konsumen. Penelitian ini memperkaya kajian SST pada industri kuliner Indonesia melalui pendekatan mixed method, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengelola restoran berbasis layanan mandiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Score: Jurnal Lentera Manajemen Pemasaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta © Penulis.
Penulis tetap memegang hak cipta atas artikel ini dan mengizinkan jurnal untuk menerbitkannya. Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan siapa pun untuk menggunakan, membagikan, dan mengadaptasi isi artikel selama mencantumkan atribusi yang tepat dan menggunakan lisensi yang sama untuk karya turunan.
