https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/issue/feedMargin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan2026-07-30T04:25:19+00:00Lianatalia@lentera.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Lentera Managemen Keuangan</strong>, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Managemen Keuangan mewadahi publikasi hasil Penelitian bidang ilmu Manajemen Keuangan yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Managemen Keuangan merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong>Februari, </strong>dan <strong>Agustus</strong>.</p>https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1231Peran Kapabilitas Keuangan dan Literasi Keuangan Digital Terhadap Perilaku Keuangan Pelaku UMKM di Kota Palopo2026-05-03T16:21:36+00:00Muh. Resky Aditya. Wmuhreskyaditya118@gmail.comSamsul Bachrisulstiem@gmail.comAsriany Asrianyasriany@umpalopo.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapabilitas keuangan dan literasi keuangan digital terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 130 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan melalui <em>Google Form</em>, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas keuangan dan literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan variasi perilaku keuangan pelaku UMKM secara cukup kuat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan serta pemanfaatan teknologi keuangan digital dapat mendorong perilaku keuangan yang lebih rasional, terencana, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris terkait pentingnya penguatan literasi dan kapabilitas keuangan dalam mendukung keberlanjutan UMKM di era ekonomi digital.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muh. Resky Aditya. W, Samsul Bachri, Asriany Asrianyhttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1374Minat Bertransaksi Buy Now Pay Later Pada Mahasiswa Akuntansi: Peran Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Money Management2026-07-05T06:47:55+00:00Irma Oktianiirma.oktiani@akuntansi.pnj.ac.idFajriana Khusnul Khotimahfajriana.khusnulkhotimah@lecturer.pnj.ac.idBangun Widoyokobangun.widoyoko@lecturer.pnj.ac.idCynthia Dikna Saricynthia.dikna.sari@akuntansi.pnj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap minat bertransaksi menggunakan layanan <em>buy now pay later </em>(BNPL) pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), serta menguji peran <em>money management </em>sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatoris dengan analisis data menggunakan metode <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling </em>(PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 124 mahasiswa aktif Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Literasi keuangan ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat bertransaksi BNPL. Sebaliknya, inklusi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan. Lebih lanjut, money management terbukti tidak memediasi hubungan antara inklusi keuangan maupun literasi keuangan dengan minat bertransaksi BNPL. Peningkatan literasi keuangan merupakan faktor determinan utama dalam membentuk minat mahasiswa terhadap layanan BNPL, sedangkan akses keuangan formal dan kemampuan <em>money management </em>belum terbukti signifikan. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan kurikulum pendidikan keuangan yang mencakup materi literasi keuangan personal di lingkungan perguruan tinggi vokasi.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irma Oktiani, Fajriana Khusnul Khotimah, Bangun Widoyoko, Cynthia Dikna Sarihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1227LDR, ROA, dan Pertumbuhan Aset dalam Pembentukan PBV pada Perbankan dengan Kapitalisasi Terbesar di BEI2026-05-03T16:18:54+00:00Deden Hikmah Aidil Fitridedenhikmah46@gmail.comDheri Febiyani Lestaridherifebiyanilestari@uncip.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), dan Asset Growth terhadap Price to Book Value (PBV) pada perusahaan perbankan dengan kapitalisasi terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Fenomena fluktuasi PBV pada perbankan besar pascapandemi COVID-19 serta koreksi valuasi pasar menunjukkan adanya perubahan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan perbankan. Penelitian ini menggunakan empat perusahaan perbankan besar sebagai sampel penelitian dengan total 80 data observasi yang diperoleh dari laporan keuangan triwulanan selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan software EViews. Berdasarkan hasil pemilihan model, Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling tepat digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial LDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PBV, ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan Asset Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PBV. Secara simultan, LDR, ROA, dan Asset Growth berpengaruh signifikan terhadap PBV. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,948594 menunjukkan bahwa 94,86% variasi PBV dapat dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 5,14% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan ROA merupakan faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan LDR dan Asset Growth belum menunjukkan pengaruh signifikan secara individual. Oleh karena itu, perusahaan perbankan disarankan meningkatkan profitabilitas dan mengoptimalkan kinerja keuangan guna meningkatkan nilai perusahaan.</p>2026-08-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Deden Hikmah Aidil Fitri, Dheri Febiyani Lestarihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1295Tax Avoidance pada Perusahaan Energi di Indonesia: Peran Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Leverage 2026-06-07T03:19:06+00:00Amanda Pramuditaamandapramudita11@students.unnes.ac.idAnindya Ardiansarianindya@mail.unnes.ac.id<p>Pendapatan utama negara bersumber dari pajak, namun di sisi lain, perusahaan sering kali berusaha mengurangi beban pajak dengan menggunakan berbagai strategi perpajakan yang tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang dikenal sebagai <em>tax avoidance</em>. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan <em>leverage</em> terhadap <em>tax avoidance </em>pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Pada penelitian ini, rasio profitabilitas diukur menggunakan <em>Return on Asset</em> (ROA), ukuran perusahaan diukur oleh <em>Logaritma Natural (Total Assets), leverage </em>diukur dengan <em>Debt to Asset Ratio </em>(DAR), dan <em>tax avoidance </em>diukur menggunakan <em>Cash Effective Tax Rate </em>(CETR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan 15 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling selama periode penelitian selama 5 tahun, dengan 75 data observasi. Penelitian ini menggunakan arus kas operasi dan depresiasi sebagai variabel kontrol. Data ini dianalisis menggunakan program Eviews 13 untuk regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap <em>tax avoidance </em>(CETR), sedangkan ukuran perusahaan (SIZE) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap <em>tax avoidance </em>(CETR), dan <em>leverage</em> (DAR) berpengaruh negatif signifikan terhadap <em>tax avoidance </em>(CETR).</p>2026-08-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Amanda Pramudita, Anindya Ardiansarihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1210Strategi Manajemen Piutang di Tengah Krisis: Apakah Financial Distress Mendorong Agresivitas Kredit dengan Peran Moderasi Kualitas Audit pada Perusahaan Manufaktur?2026-04-14T06:43:09+00:00Yuli Heriantoherianto.id@gmail.comPaula Theodorapaula.lepisi@gmail.comRR Prima Dita Hapsariprimadita86@gmail.com<p>Di tengah volatilitas ekonomi, strategi pengelolaan modal kerja yang efektif menjadi penentu utama kelangsungan hidup perusahaan, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan piutang dagang saat krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh <em>financial distress</em> dan <em>financing constraint </em>terhadap <em>trade credit provision</em>, serta menguji kemampuan <em>audit quality</em> sebagai variabel moderasi. Meskipun studi terdahulu menunjukkan hasil inkonsisten, riset ini mengisi celah teoretis dengan menguji <em>substitution logic </em>di <em>emerging market</em> serta potensi kegagalan peran audit quality sebagai mekanisme monitoring saat krisis. Populasi penelitian mencakup perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode krisis dan pemulihan ekonomi tahun 2019 hingga 2024. Dengan metode <em>purposive sampling</em>, diperoleh total sampel akhir sebanyak 118 data observasi setelah penanganan data ekstrem. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel melalui program EViews 12. Hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa <em>financial distress</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyediaan kredit perdagangan, sedangkan <em>financing constraint</em> tidak memiliki pengaruh nyata. Lebih lanjut, <em>audit quality</em> terbukti gagal memoderasi kedua hubungan tersebut sehingga diklasifikasikan sebagai non-moderator. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya manajemen perusahaan untuk memitigasi risiko likuiditas melalui pengetatan kebijakan kredit, evaluasi kelayakan pelanggan secara berkala, serta penguatan manajemen kas guna menjaga kelangsungan usaha.</p>2026-06-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yuli Herianto, Paula Theodora, RR Prima Dita Hapsarihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1283Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan pada Emiten Teknologi di BEI: Peran Mediasi Profitabilitas2026-06-07T03:12:18+00:00Marsono Marsonosonykupu@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis hubungan kinerja keuangan, profitabilitas, dan nilai perusahaan pada emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia. Persoalan utama muncul karena rasio keuangan konvensional tidak selalu bergerak searah dengan penilaian pasar pada perusahaan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder dari 23 emiten teknologi selama 2021–2024, sehingga diperoleh 92 data observasi. Kinerja keuangan dibangun sebagai konstruk tingkat tinggi <em>formatif</em> yang dibentuk oleh struktur modal, likuiditas, dan efisiensi aset. Analisis dilakukan dengan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> melalui pendekatan <em>disjoint two-stage</em>. Hasil menunjukkan bahwa struktur modal menjadi satu-satunya dimensi signifikan pembentuk kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas maupun nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak terbukti memediasi hubungan tersebut pada model utama. Nilai perusahaan dapat dijelaskan sebesar 30,4 persen, tetapi daya prediksi model masih lemah berdasarkan <em>PLSpredict</em> dan <em>CVPAT</em>. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan menjadi signifikan ketika <em>PBV</em> atau <em>Tobin’s Q</em> dikeluarkan secara terpisah. Temuan ini menegaskan bahwa nilai perusahaan emiten teknologi sulit dijelaskan hanya melalui rasio akuntansi, sehingga analisis valuasi perlu dilengkapi dengan indikator nonkeuangan, seperti prospek pertumbuhan, risiko model bisnis, kekuatan ekosistem digital, dan sentimen pasar.</p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marsono Marsonohttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1428Pemanfaatan Kreatif dan Penerapan Strategis: Adopsi Artificial Intelligence pada UMKM Probolinggo Menuju Ekonomi 5.0 2026-07-19T06:47:14+00:00Novia Indrianinoviaindriani071103@gmail.comMoh. Fakhri Siddiqifakhriysiddiqy@unuja.ac.id<p>Transformasi digital berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju Ekonomi 5.0. Namun, tingkat pemanfaatan AI oleh pelaku UMKM masih beragam, terutama pada wilayah dengan tingkat literasi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi transformasi digital berbasis AI menuju Ekonomi 5.0 di Kabupaten Probolinggo, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan kesiapan tersebut, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengadopsi AI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 – Januari 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap empat pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik <em>stratified purposive sampling</em> berdasarkan keterwakilan sektor usaha di Kabupaten Probolinggo. Jumlah informan ditetapkan setelah mempertimbangkan keterwakilan sektor usaha dan kecukupan informasi yang diperoleh selama proses pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM pada sektor kuliner, jasa, dan fashion memiliki persepsi positif terhadap AI serta telah memanfaatkannya untuk mendukung pemasaran digital dan efisiensi operasional, sedangkan pelaku usaha pada sektor perdagangan masih memiliki keterbatasan pemahaman terhadap AI. Tingkat kesiapan pelaku UMKM dipengaruhi oleh literasi digital, faktor usia, karakteristik usaha, dan dukungan ekosistem digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital serta penyediaan pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam mendukung adopsi AI menuju Ekonomi 5.0, terutama bagi pelaku usaha yang masih memiliki keterbatasan pemahaman terhadap teknologi AI.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Novia Indriani, Moh. Fakhri Siddiqihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1249Efektivitas Target Penjualan Komoditi Komersial Perum BULOG Sulawesi Utara dan Gorontalo2026-05-17T23:53:30+00:00Nathalia Ericha Sanggasinathaliaericha@gmail.comLusye Corvanty Kumaatlusyeckumaat@yahoo.comNixon Sondakhnixonsondakh@polimdo.ac.id<p>Penelitian ini menyoroti masalah ketidaksesuaian antara target penjualan yang sudah ditentukan dan hasil pendapatan yang diperoleh, yang menunjukkan adanya masalah dalam perencanaan dan penilaian strategi penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa efektif target penjualan untuk komoditi komersial di Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis rasio efektivitas yang membandingkan realisasi pendapatan sebagai <em>outcome</em> terhadap target sebagai <em>output</em>. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari bagian bisnis terkait tiga produk utama, yaitu beras, gula, dan minyak goreng. Hasil analisis menunjukkan variasi kinerja: komoditi gula berada dalam kategori efektif karena hasilnya mampu melebihi target tahunan, sementara komoditi beras tergolong cukup efektif. Di sisi lain, komoditi minyak goreng dianggap tidak efektif karena penjualannya sangat jauh dari target yang ditentukan. Secara keseluruhan, besarnya varian negatif pada beberapa komoditi disebabkan oleh penetapan target yang kurang responsif terhadap perubahan pasar musiman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara keseluruhan kinerja penjualan terbilang baik, terdapat ketidakefektifan yang signifikan pada komoditi minyak goreng yang memerlukan analisis lebih mendalam. Rekomendasi yang diberikan meliputi penerapan target yang lebih adaptif serta peningkatan distribusi jaringan untuk mengurangi potensi kehilangan omzet di masa yang akan datang.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nathalia Ericha Sanggasi, Lusye Corvanty Kumaat, Nixon Sondakhhttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1375Analisis Perlakuan Akuntansi Piutang Usaha pada PT PLN Indonesia Power 2026-07-05T07:11:27+00:00Adinda Saphira Rizkiadinda.saphira.rizki.ak23@stu.pnj.ac.idNovitasari Novitasarinovitasari@akuntansi.pnj.ac.idIrma Oktianiirma.oktiani@akuntansi.pnj.ac.idHastuti Redyanitahastuti.redyanita@akuntansi.pnj.ac.idRodiana Listiawatirodiana.listiawati@akuntansi.pnj.ac.id<p>PT PLN Indonesia Power memiliki aktivitas operasional penjualan barang dan jasa yang melibatkan berbagai transaksi keuangan, termasuk transaksi yang menimbulkan piutang usaha. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan akan ketepatan pengelolaan perlakuan akuntansi terhadap piutang usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power serta menganalisis kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power meliputi proses pengakuan, pengukuran, pencatatan, dan penyajian piutang usaha yang didukung oleh penggunaan sistem SAP <em>Enterprise Resource Planning</em> (SAP ERP) serta monitoring dan rekonsiliasi merupakan bagian dalam penyajian yang dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan saldo piutang dan kesesuaiannya dengan data pendukung. Berdasarkan hasil analisis, perlakuan akuntansi piutang usaha yang diterapkan telah sesuai dengan PSAK No. 109 tentang Instrumen Keuangan, PSAK No. 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, dan PSAK No. 224 tentang Pengungkapan Pihak Berelasi. Dengan demikian, penerapan perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power telah mendukung penyajian informasi keuangan yang akurat, andal, dan relevan bagi pengguna laporan keuangan.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adinda Saphira Rizki, Novitasari Novitasari, Irma Oktiani, Hastuti Redyanita, Rodiana Listiawatihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1228Corporate Social Responsibility, Sustainability Report, dan Kinerja Keuangan: Studi pada Perusahaan Tambang2026-05-03T16:19:39+00:00Marcelo Sumarawmarcelosumaraw@gmail.comHedy Desiree Rumambihedydr@yahoo.comWenny Anggresia Gintingwennyginting@polimdo.ac.id<p>Banyak perusahaan masih berfokus pada peningkatan kinerja keuangan dengan mengabaikan aspek keberlanjutan, padahal penerapan keberlanjutan dapat meningkatkan citra dan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR (<em>Corporate Social Responsibility</em>) dan SR (<em>Sustainability Report</em>) terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan dan perusahaan pendukungnya yang tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2021–2024. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>dan terdiri dari 15 perusahaan pertambangan dan pendukungnya yang terdaftar di BEI selama 4 tahun pengamatan, sehingga diperoleh 60 unit observasi. Penelitian ini menggunakan <em>Microsoft Excel</em> untuk mengukur variabel dan <em>EViews</em> untuk menganalisis data melalui statistik deskriptif dan regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalah CSR secara parsial tidak mempengaruhi kinerja keuangan, SR secara parsial mempengaruhi kinerja keuangan, dan CSR & SR secara simultan mempengaruhi kinerja keuangan. Hasil ini membuktikan pelaksanaan CSR perlu diungkapkan melalui SR untuk meningkatkan kinerja keuangan, karena tidak hanya memastikan keberlanjutan dijalankan tetapi juga memastikan informasi tersampaikan dengan baik, sehingga mampu membangun kepercayaan dan dukungan <em>stakeholder</em>. Kajian ini memberikan implikasi teoretis berupa bukti pendukung terhadap landasan teori penelitian yang menjelaskan pentingnya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta mempublikasikannya. Kajian ini juga memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan penerapan CSR dan transparansi SR, serta bagi investor sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marcelo Sumaraw, Hedy Desiree Rumambi, Wenny Anggresia Gintinghttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1316Dinamika Minat Investasi Generasi Z dalam Ekosistem Digital: Peran Social Media Influencer dan Literasi Keuangan2026-06-24T09:29:58+00:00Abdul Fattahalfa02qaz@gmail.comMoh. Fakhri Siddiqifakhriysiddiqy@unuja.ac.id<p>Perkembangan media sosial telah mengubah perilaku finansial Generasi Z, termasuk dalam membentuk minat berinvestasi. Di sisi lain, tingginya paparan informasi investasi melalui <em>social</em> <em>media</em> <em>influencer</em> belum selalu diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pengambilan keputusan investasi. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada mahasiswa di lingkungan akademik, sedangkan kajian pada komunitas investasi berbasis praktik masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh <em>social media influencer</em> dan literasi keuangan terhadap minat berinvestasi anggota Komunitas Pijey Investment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik <em>purposive sampling</em> terhadap 208 responden dari populasi 431 anggota. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala <em>Likert</em> empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui IBM SPSS <em>Statistics</em> 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>social media influencer</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 2,008, sig. = 0,046), literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 7,866, sig. = 0,000), serta kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi (F = 90,726, sig. = 0,000) dengan nilai <em>Adjusted</em> R² sebesar 0,464. Literasi keuangan merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan <em>social media influencer</em>. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan minat investasi di komunitas investasi tidak hanya memerlukan peran influencer yang kredibel, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan literasi keuangan agar keputusan investasi dilakukan secara lebih rasional. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pengelola komunitas investasi dalam menyusun strategi edukasi keuangan yang lebih efektif.</p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdul Fattah, Moh. Fakhri Siddiqihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1218Komparasi Metode Grover dan Springate dalam Memprediksi Kebangkrutan Emiten Farmasi Indonesia Periode 2020-20242026-05-03T16:08:49+00:00Siti Nuraini Muthmainahmuthstnuraini@gmail.comTri Damayantit_damayanti@staff.gunadarma.ac.idChristina Dewi Wulandaric_dewi@staff.gunadarma.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan PT Indofarma Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Kimia Farma Tbk selama periode 2020–2024 dengan menggunakan metode Grover dan Springate, serta membandingkan hasil prediksi dari kedua model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs resmi masing-masing perusahaan. Analisis dilakukan melalui perhitungan rasio keuangan yang menjadi komponen G-Score dan S-Score, kemudian hasilnya diklasifikasikan ke dalam kategori sehat atau berpotensi bangkrut berdasarkan nilai cut-off masing-masing model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut metode Grover, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk berada dalam kondisi sehat pada awal periode pengamatan, namun sejak tahun 2022 hingga 2024 diprediksi berpotensi bangkrut. PT Kalbe Farma Tbk tetap berada dalam kategori sehat selama periode penelitian. Menurut metode Springate, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk diprediksi berpotensi bangkrut selama periode 2020-2024, sedangkan PT Kalbe Farma Tbk tetap sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan klasifikasi yang berbeda pada beberapa perusahaan karena perbedaan komponen rasio dan sensitivitas penilaian.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Nuraini Muthmainah, Tri Damayanti, Christina Dewi Wulandarihttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1285Green Finance dan ESG dalam Keuangan Korporasi Berkelanjutan: Kajian Systematic Literature Review2026-06-07T03:17:19+00:00Elin Trinovitaelintrinovita@uny.ac.idTony Wijayatony@uny.ac.id<p>Dalam satu dekade terakhir, konsep <em>green finance</em> dan <em>Environmental, Social, and Governance</em> (ESG) menjadi perhatian penting dalam kajian keberlanjutan dan keuangan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian, fokus tematik, serta celah penelitian terkait <em>green economy</em>, <em>green finance</em>, <em>sustainable finance</em>, dan ESG melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dan analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus menggunakan kata kunci <em>"Green Economy</em>, "<em>Green finance"</em>, <em>"Sustainable Finance"</em>, dan "<em>Environmental, Social, and Governance</em> (ESG)". Proses seleksi dilakukan melalui kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan relevansi topik, bidang ilmu, serta kualitas publikasi sehingga diperoleh 77 artikel yang memenuhi kriteria analisis. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan hubungan tematik, tren penelitian, dan perkembangan literatur. Hasil penelitian menunjukkan tiga klaster utama, yaitu strategi keuangan dan ekonomi hijau, keuangan berkelanjutan dan ESG, serta kebijakan dan inovasi keuangan hijau. Visualisasi <em>overlay</em> dan <em>density</em> mengindikasikan bahwa topik <em>ESG performance</em>, <em>green finance policy</em>, dan <em>green bonds</em> merupakan area penelitian yang berkembang pesat. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran fokus literatur dari pendekatan konseptual menuju kajian empiris yang lebih aplikatif. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan lanskap keilmuan <em>green finance</em> dan ESG serta mengidentifikasi agenda penelitian masa depan terkait efektivitas kebijakan keuangan hijau, pengaruh kinerja ESG terhadap kinerja perusahaan, pengembangan instrumen <em>green bonds</em>, dan implementasinya dalam konteks negara berkembang.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elin Trinovita, Tony Wijayahttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1465 Pengungkapan ESG dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes: Implikasi Keuangan Berkelanjutan2026-07-30T04:25:19+00:00Serilia Tangalayukshelytangalayuk@gmail.comAyu Dhina Anggraeni ayud26765@gmail.comFiona Octaviani fiona.octaviani.10@gmail.comDarwis Saiddarwissaid@fe.unhas.ac.idNadhirah Nagu nadhirahnagu.unhas@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi keberlanjutan yang dibangun melalui tanda visual dan narasi dalam Laporan Keberlanjutan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Tahun 2023, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan menerapkan sistem tiga lapisan makna denotasi, konotasi, dan mitos studi ini mengkaji bagaimana elemen-elemen visual pada sampul laporan, tema komunikasi utama, serta narasi yang digunakan untuk merepresentasikan komitmen keberlanjutan perusahaan pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada pembacaan tanda-tanda visual dan linguistik dalam laporan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Laporan Keberlanjutan PLN NP 2023 bukan sekadar dokumen pelaporan kinerja non-keuangan, melainkan sebuah konstruksi ideologis yang terancang dengan cermat untuk membangun legitimasi sosial perusahaan. Tema utama <em>"Leading the Energy Transition Towards Sustainable Future</em>" (Memimpin Transisi Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan) beserta elemen visualnya membentuk mitos keberlanjutan korporat, yakni keyakinan bahwa perusahaan pembangkit listrik berbasis energi konvensional dapat sekaligus menjadi pelopor transisi energi yang bertanggung jawab. Mitos ini beroperasi melalui mekanisme naturalisasi yang menyajikan wacana keberlanjutan sebagai identitas inheren perusahaan. Studi ini menegaskan bahwa laporan keberlanjutan berfungsi ganda: sebagai alat transparansi dan sebagai instrumen legitimasi simbolis dalam komunikasi korporat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap proses pembentukan mitos transisi energi dan ideologi keberlanjutan dalam laporan keberlanjutan perusahaan pembangkit listrik, sehingga memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi korporat dan kontribusi praktis bagi pengembangan pelaporan keberlanjutan yang lebih reflektif dan transparan.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Serilia Tangalayuk, Ayu Dhina Anggraeni , Fiona Octaviani , Darwis Said, Nadhirah Nagu https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1257Sistem Akuntansi Keberlanjutan, Kapabilitas Organisasi, dan Kualitas Pelaporan Keberlanjutan pada Perusahaan Pertambangan: Peran Moderasi Tekanan ESG2026-05-26T16:05:39+00:00Sabaruddinsah Sabaruddinsahsabaruddinsah@untirta.ac.idNeng Asiahneng.asiah@pelitabangsa.ac.id<p>Penelitian ini menguji pengaruh <em>sustainability accounting system</em> (SAS) dan <em>organizational capability</em> (OC) terhadap <em>sustainability reporting quality</em> (SRQ), dengan <em>ESG pressure</em> (ESGP) sebagai variabel moderasi. Dengan merujuk pada teori institusional, teori pemangku kepentingan, teori legitimasi, dan teori kapabilitas dinamis, ESGP diposisikan sebagai mekanisme penguatan institusional. Penelitian ini menggunakan sampel 38 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2025, dengan total 228 observasi perusahaan-tahun. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAS berpengaruh positif terhadap SRQ (β = 0,318; p < 0,01; dua arah), sedangkan OC menunjukkan pengaruh paling kuat (β = 0,421; p < 0,01). ESGP secara signifikan memperkuat hubungan SAS terhadap SRQ (β = 0,214; p < 0,01) dan hubungan OC terhadap SRQ (β = 0,287; p < 0,01). Uji ketahanan menggunakan model jeda satu tahun dan ukuran SRQ dikotomis alternatif mengonfirmasi kestabilan temuan penelitian (R² = 0,694; Q² = 0,512). Temuan ini menunjukkan bahwa SRQ mencerminkan kematangan tata kelola keberlanjutan yang dibentuk oleh interaksi antara kapasitas internal dan tekanan institusional eksternal. ESGP tidak bekerja secara mandiri, melainkan berfungsi sebagai mekanisme penguatan yang efektif ketika didukung oleh SAS dan OC yang memadai. Secara manajerial, perusahaan perlu memperkuat sistem informasi keberlanjutan dan kapabilitas organisasi secara bersamaan, tidak sebatas memenuhi kepatuhan simbolis. Keterbatasan utama penelitian ini mencakup penggunaan sampel dari satu sektor industri dan adanya potensi endogenitas residual.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sabaruddinsah Sabaruddinsah, Neng Asiahhttps://jurnal.lenteranusa.id/index.php/margin/article/view/1424Carbon Emission Disclosure, ESG Scores, and Firm Value: Evidence from LQ45 Energy and Mining Companies2026-07-14T16:15:20+00:00Dinda Putri Adeliadiputri@gmail.comElan Nurhadi Purwantoelan.nurhadi@universitaspertamina.ac.idSunita Dasmansunita.dasman@pelitabangsa.ac.id<p>This study examines the effect of carbon emission disclosure and Environmental, Social, and Governance (ESG) scores on firm value in energy and mining companies listed in the LQ45 Index on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This study employs secondary data obtained from companies’ annual reports and sustainability ratings. The sample was selected using purposive sampling, resulting in nine companies with a total of 45 firm-year observations. The data were analyzed using panel data regression with fixed-effects and generalized least squares estimations. The results indicate that carbon emission disclosure has no significant effect on firm value, whereas Environmental, Social, and Governance (ESG) scores have a significant negative effect on firm value. Simultaneously, carbon emission disclosure and Environmental, Social, and Governance (ESG) scores have a significant effect on firm value. These findings indicate that sustainability-related practices have not yet been positively reflected in market valuation, suggesting that investors may still perceive sustainability initiatives as additional costs rather than as long-term value drivers. The study concludes that the implementation of sustainability practices alone is insufficient to enhance firm value without corresponding market recognition and investor confidence.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dinda Putri Adelia, Elan Nurhadi Purwanto, Sunita Dasman