Komparasi Metode Grover dan Springate dalam Memprediksi Kebangkrutan Emiten Farmasi Indonesia Periode 2020-2024

Authors

  • Siti Nuraini Muthmainah Universitas Gunadarma
  • Tri Damayanti Universitas Gunadarma
  • Christina Dewi Wulandari Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.59422/margin.v4i02.1218

Keywords:

prediksi kebangkrutan, financial distress, metode Grover, metode Springate, perusahaan farmasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan PT Indofarma Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Kimia Farma Tbk selama periode 2020–2024 dengan menggunakan metode Grover dan Springate, serta membandingkan hasil prediksi dari kedua model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs resmi masing-masing perusahaan. Analisis dilakukan melalui perhitungan rasio keuangan yang menjadi komponen G-Score dan S-Score, kemudian hasilnya diklasifikasikan ke dalam kategori sehat atau berpotensi bangkrut berdasarkan nilai cut-off masing-masing model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut metode Grover, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk berada dalam kondisi sehat pada awal periode pengamatan, namun sejak tahun 2022 hingga 2024 diprediksi berpotensi bangkrut. PT Kalbe Farma Tbk tetap berada dalam kategori sehat selama periode penelitian. Menurut metode Springate, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk diprediksi berpotensi bangkrut selama periode 2020-2024, sedangkan PT Kalbe Farma Tbk tetap sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan klasifikasi yang berbeda pada beberapa perusahaan karena perbedaan komponen rasio dan sensitivitas penilaian.

Downloads

Published

2026-06-06