Lentera Pengabdian
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp
<p><strong>Jurnal Lentera Pengabdian</strong>, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Pengabdian mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dari berbagai macam disiplin ilmu yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Pengabdian merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong><strong>Januari, April, Juli </strong></strong>dan<strong><strong>Oktober</strong></strong>.</p>
Lentera Ilmu Nusantara
en-US
Lentera Pengabdian
2985-6140
<p><strong>Hak Cipta © Penulis.</strong><br />Penulis tetap memegang hak cipta atas artikel ini dan mengizinkan jurnal untuk menerbitkannya. Artikel ini dilisensikan di bawah <strong>Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)</strong>, yang memungkinkan siapa pun untuk menggunakan, membagikan, dan mengadaptasi isi artikel selama mencantumkan atribusi yang tepat dan menggunakan lisensi yang sama untuk karya turunan.</p>
-
Digital Transformation and AI Literacy for Strengthening MSME Innovation and Sustainability
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1341
<p>Digital transformation and the advancement of Artificial Intelligence (AI) technologies have become essential factors in enhancing the competitiveness and sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, many MSMEs in Bekasi Regency continue to face challenges, including low levels of digitalization, limited utilization of AI, inadequate technology-based innovation capacity, and insufficient implementation of sustainable business practices. This community service program aimed to strengthen the capacity of MSMEs through a digital transformation and AI-based mentoring initiative. The implementation method consisted of several stages, including socialization, training, technology adoption, mentoring, evaluation, and sustainability reinforcement. The results demonstrated significant improvements in participants’ abilities to utilize digital applications for financial recording, inventory management, and business monitoring. In addition, participants showed increased literacy and practical skills in applying AI for digital marketing, market analysis, and business strategy development. The program also encouraged data-driven product and marketing innovation while raising awareness of efficient and sustainable business practices. Overall, the mentoring activities successfully enhanced the capacity of MSMEs to address digital transformation challenges and established a foundation for more innovative, competitive, and sustainable business development.</p>
Retno Purwani Setyaningrum
Sari Laelatul Qodriah
Surya Bintarti
Tri Ngudi Wiyatno
Eki Prafitri Rahmadani
Copyright (c) 2026 Retno Purwani Setyaningrum, Sari Laelatul Qodriah, Surya Bintarti, Tri Ngudi Wiyatno, Eki Prafitri Rahmadani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
322
331
10.59422/lp.v4i03.1341
-
Pelatihan dan Pendampingan Digital Talent Readiness bagi Dosen untuk Mendukung Transformasi Akademik Berbasis Luaran
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1521
<p>Kesenjangan antara potensi riset dosen dan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan perangkat digital untuk mendukung produktivitas akademik masih menjadi hambatan nyata dalam pencapaian luaran ilmiah berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan Digital Talent Readiness dosen di lingkungan Universitas Pelita Bangsa dan perguruan tinggi mitra di wilayah Bekasi, melalui kolaborasi dengan Lentera Ilmu Nusantara. Program dilaksanakan secara daring dalam lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program, dengan materi mencakup penggunaan reference manager, deteksi similaritas, pemanfaatan AI research tools, penyusunan roadmap luaran akademik, dan manajemen riset berbasis cloud. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap langkah awal strategis penguatan luaran akademik, mulai dari pembaruan profil Sinta dan BIMA, penyusunan roadmap penelitian, hingga pemanfaatan panduan hibah, yang tercermin dari hasil pre-test dan post-test serta antusiasme diskusi selama sesi berlangsung. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan digital yang terstruktur dan berkelanjutan mampu mendorong dosen bertransformasi menuju ekosistem riset yang lebih produktif dan berorientasi luaran.</p>
Muhamad Ekhsan
Yuan Badrianto
Suwandi Suwandi
Suhendra Suhendra
Hendrik Hermawan
Copyright (c) 2026 Muhamad Ekhsan, Yuan Badrianto, Suwandi Suwandi, Suhendra Suhendra, Hendrik Hermawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-13
2026-08-13
4 03
442
450
10.59422/lp.v4i03.1521
-
Strengthening MSME Tax Compliance and Business Legality through Accounting and Tax Education in Bekasi Regency
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1387
<p>This community service activity was motivated by the low level of accounting and taxation literacy among micro, small, and medium enterprise owners in Bekasi Regency, which affects financial management, tax compliance, and business legality. The purpose of the program was to improve participants' knowledge and skills in financial recordkeeping, understanding tax obligations, utilizing digital tax services, and increasing awareness of business legality. The program employed socialization, training, hands-on practice, and mentoring methods involving 13 business owners and was conducted at Pelita Bangsa University on May 29, 2026. Evaluation was carried out through observation, pre-tests, post-tests, and implementation assistance. The results indicated an improvement in participants' understanding of bookkeeping, preparation of simple financial statements, tax calculation and reporting, and business legalization procedures. Participants also demonstrated better ability to utilize digital tax services and implement more organized business administration practices. The activity confirms that structured education and mentoring can effectively enhance the managerial capacity of business owners in managing their enterprises professionally. Improved accounting and taxation literacy is expected to support higher tax compliance, strengthen business legality, and contribute to the sustainability and competitiveness of enterprises in the future.</p>
Jamian Purba
Maulina Dyah Permatasari
Widiastuti Widiastuti
Salsabila Ameliani
Copyright (c) 2026 Jamian Purba, Maulina Dyah Permatasari, Widiastuti Widiastuti, Salsabila Ameliani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
362
373
10.59422/lp.v4i03.1387
-
Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Layanan Desa Wisata Pulerejo dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1331
<p>Pengembangan desa wisata memerlukan dukungan sumber daya manusia dan tata kelola layanan yang memadai untuk menciptakan layanan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Namun, pengelola Desa Wisata Pulerejo di Dusun Pulerejo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pelayanan wisata, pembagian tugas, dan sistem kerja pengelolaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola layanan pengelola desa wisata guna mendukung pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada periode 1 April hingga 10 Juni 2026 dengan melibatkan 40 orang pengelola Desa Wisata Pulerejo sebagai peserta. Program dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, workshop penguatan kapasitas, pelatihan tata kelola layanan wisata, pendampingan penyusunan sistem kerja, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 62 pada pre-test menjadi 86 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesiapan pengelola pada aspek pemahaman layanan, kerja tim, pembagian tugas, dan kesiapan operasional. Program ini juga menghasilkan luaran berupa dokumen standar layanan wisata dasar, matriks pembagian tugas dan tanggung jawab, serta sistem koordinasi kerja yang dapat digunakan sebagai pedoman operasional pengelola desa wisata. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas individu dan kesiapan organisasi pengelola sehingga mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.</p>
Elin Trinovita
Naning Margasari
Musaroh Musaroh
Citra Purwita
Copyright (c) 2026 Elin Trinovita, Naning Margasari, Musaroh Musaroh, Citra Purwita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-01
2026-08-01
4 03
287
300
10.59422/lp.v4i03.1331
-
Pemberdayaan Masyarakat Non Produktif Melalui Pengelolaan Bandeng Cabut Duri
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1498
<p>Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam bidang kegiatan UKM Ikan Bandeng Cabut Duri yang merupakan UKM unggulan di wilayah Desa Pantai Bahagia Kec. Muara Gembong, namun permasalahannya masyarakat kurang berminat atas produk ikan bandeng cabut duri adalah jumlah duri bandeng yang sangat banyak, sehingga teknologi mencabut duri bandeng merupakan salah satu solusi yang dapat memecahkan masalah. Selain daraipada itu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh para pelaku UMKM juga sangat terbatas, sehingga dibutuhkan beberapa kegiatan pemasara. Kondisi ini menujukkan bahwa lemahnya penguasaan dalam proses produksi dan pemasaran menjukkan bahwa terdapat adanya permasalahan sumber daya manusia, maka diberikan pelatihan pengetahuan tentang produk bahan baku ikan bandeng dan inovasi produk serta menerapkan strategi pemasaranan dengan cara berpromosi yang tepat efektif dan efisien. Hal ini sangat penting sebab produk ikan bandeng cabut duri harus bersaing dengan bandeng presto yang sudah berkembang di daerah lain. Namun demikian peluang pasar untuk produk bandeng tanpa duri ini masih sangat besar, karena selain itu, bandeng tanpa duri tidak memiliki risiko hilangnya kandungan gizi yang terdapat pada bandeng tersebut dan lebih bervariasi dalam penyajiannya karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.</p>
Surya Bintarti
Retno Purwani Setyaningrum
Nasrun Baldah
Fajri Anshori
Selvia Zahro
Copyright (c) 2026 Surya Bintarti, Retno Purwani Setyaningrum, Nasrun Baldah, Fajri Anshori, Selvia Zahro
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-10
2026-08-10
4 03
412
423
10.59422/lp.v4i03.1498
-
Human Resource Empowerment and Marketing Development for Coconut Root Snack MSMEs in Jayamulya Village
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1385
<p>This community service activity was conducted in Jayamulya Village, Serang Baru District, Bekasi Regency, with the aim of empowering coconut root snack MSMEs through human resource strengthening, production improvement, marketing development, and business legality support. The method used was participatory community empowerment, which was implemented through observation, discussion, product identification, digital empowerment, and cultural adaptation to the local community context. The activity involved direct observation of the coconut root snack production process, discussions with MSME managers, identification of production tools and packaging needs, and mapping of existing marketing networks. The results showed that coconut root snack MSMEs have promising potential to support household income and village economic development. However, several aspects still need improvement, including production process standardization, product packaging, market expansion, digital marketing utilization, and business legality. Digital empowerment was introduced as an opportunity to expand promotion and distribution through online marketing channels. In addition, assistance related to NIB and P-IRT registration was identified as an important step to strengthen product legality, labeling, and consumer trust. Therefore, continuous assistance from universities, local government, and related stakeholders is needed to improve the competitiveness and sustainability of coconut root snack MSMEs in Jayamulya Village.</p>
Giri Nurpribadi
Erina Rulianti
Copyright (c) 2026 Giri Nurpribadi, Erina Rulianti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
345
350
10.59422/lp.v4i03.1385
-
Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Kreasi Lagu Edukatif Berbasis AI untuk Pembentukan Karakter Anak di TK Islam Cikal Cendekia
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1282
<p>Penggunaan lagu dalam pembelajaran di TK Islam Cikal Cendekia masih didominasi sumber daring dengan pola melodi seragam sehingga variasi media pembelajaran karakter terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kreativitas guru melalui pemanfaatan platform Artificial Intelligence (AI) Suno AI untuk kreasi lagu edukatif. Mitra kegiatan adalah 12 guru TK Islam Cikal Cendekia, Kota Tangerang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teori dan demonstrasi, praktik mandiri pembuatan lagu, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test berbasis kuesioner. Aspek evaluasi mengacu pada indikator yang telah dirancang dalam metode, meliputi pemahaman konsep AI, kemampuan praktik mandiri, persepsi manfaat teknologi, dan kesiapan implementasi di kelas. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor sekitar dua poin (skala 1–5) antara pre-test dan post-test. Persentase hasil positif pasca kegiatan mencapai 85% pada pemahaman konsep AI, 83% pada kemampuan praktik mandiri, 92% pada persepsi manfaat teknologi, dan 88% pada kesiapan implementasi di kelas. Selain peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menghasilkan produk berupa kumpulan lagu edukatif digital bertema karakter yang dikembangkan secara mandiri oleh guru dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di kelas. Temuan ini menunjukkan tingkat penerimaan teknologi yang tinggi serta peningkatan kompetensi digital guru secara nyata dalam pengembangan media pembelajaran berbasis lagu edukatif. Kegiatan ini juga memberikan implikasi positif terhadap penguatan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan PAUD serta dapat menjadi model pengembangan media pembelajaran kreatif yang berkelanjutan bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya.</p>
Muhammad Patria
Ari Hidayatullah
Irfan Nurdiansyah
Reni Utami
Syah Irul Mahruf
Copyright (c) 2026 Muhammad Patria, Ari Hidayatullah, Irfan Nurdiansyah, Reni Utami, Syah Irul Mahruf
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-17
2026-07-17
4 03
217
234
10.59422/lp.v4i03.1282
-
Penguatan Jejaring Kebijakan dan Kelembagaan Pengrajin Produk Daur Ulang untuk Pemberdayaan Desa Berbasis Lingkungan di Cangkuang Wetan
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1409
<p>Pemberdayaan desa berbasis lingkungan di Desa Cangkuang Wetan belum ditopang oleh koordinasi aktor, kelembagaan pengrajin, dan rantai pasar yang memadai, meskipun desa memiliki praktik pengelolaan sampah dan produk alas kaki daur ulang D'wan Shoes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat jejaring kebijakan, merancang kelembagaan pengrajin, serta menyusun peta jalan pengembangan produk daur ulang. Kegiatan menggunakan pendekatan campuran sederhana dengan survei deskriptif terhadap 18 pejabat dari delapan perangkat daerah, wawancara mendalam dengan 12 informan kunci, observasi, telaah dokumen, dan Focus Group Discussion yang diikuti 24 peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Responden dan informan dipilih secara purposif berdasarkan kewenangan dan keterlibatan langsung dalam pemberdayaan desa, pengelolaan lingkungan, produksi, serta pemasaran. Hasil asesmen menunjukkan efektivitas kelembagaan berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 3,08 dari skala 5; indikator terlemah adalah proses internal (2,67) dan integrasi aktor (2,78). D'wan Shoes melibatkan enam pengrajin inti dan empat tenaga kerja paruh waktu, memproduksi sekitar 60-80 pasang per bulan, serta memanfaatkan 30-40 kg sisa bahan per bulan. Luaran kegiatan meliputi peta aktor, rancangan forum kolaborasi, struktur kelompok pengrajin, daftar kebutuhan alat, peta jalan 24 bulan, dan indikator pemantauan. Implikasi praktisnya adalah perlunya legalisasi kelompok, forum koordinasi desa yang rutin, akses peralatan produksi, standar lingkungan, mitra pasar, dan pendampingan pemasaran berbasis target.</p>
Thomas Bustomi
Mira Rosana
Nurcholis Dwi Putra
Elizabeth M. Ginting
Copyright (c) 2026 Thomas Bustomi, Mira Rosana, Nurcholis Dwi Putra, Elizabeth M. Ginting
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-28
2026-07-28
4 03
257
274
10.59422/lp.v4i03.1409
-
Pemberdayaan UMKM melalui Pembukuan Digital, Inventaris Berbasis Spreadsheet, dan Pemasaran Digital
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1382
<p>Pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah masih menghadapi kendala pada pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan pemasaran digital yang belum terstruktur, sehingga membatasi kemampuan pelaku usaha dalam memantau arus kas, mengendalikan persediaan, dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib, efisien, dan adaptif. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 23 dan 30 Januari 2026 di Universitas Dian Nusantara dan Universitas Trilogi dengan peserta 30 pelaku usaha dari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Materi yang diberikan meliputi pembukuan digital, sistem inventaris berbasis Google Sheets, penggunaan WhatsApp Business, dan pemasaran melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Sekitar 60% peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan digital, 55% mulai menggunakan sistem inventaris berbasis spreadsheet, dan 50% mulai memanfaatkan media digital untuk pemasaran produk. Dengan demikian, penerapan teknologi sederhana melalui pelatihan dan pendampingan mampu memberikan dampak awal terhadap keteraturan pengelolaan usaha, peningkatan literasi digital, dan kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.</p>
Anita Ratnasari
Wachyu Hari Haji
Vina Ayumi
Steven Aditya Pratama
Lukas Lukas
Copyright (c) 2026 Anita Ratnasari, Wachyu Hari Haji, Vina Ayumi, Steven Aditya Pratama, Lukas Lukas
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-14
2026-08-14
4 03
460
468
10.59422/lp.v4i03.1382
-
Digital-Based SAK EMKM Training for Improving MSME Accounting and Tax Literacy
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1390
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises face various challenges in financial and tax management, particularly related to limited accounting knowledge, inadequate financial reporting practices, and low utilization of digital technology in recording business transactions. These conditions affect the quality of financial information and limit entrepreneurs' ability to fulfill their tax obligations properly. This community service program aimed to improve accounting and tax literacy among business owners through the implementation of financial reporting practices supported by digital tools. The program was conducted through socialization, training, hands-on practice, and mentoring involving nine micro and small business owners in Bekasi Regency. The training covered basic accounting concepts, financial statement preparation, tax management, and the use of digital tools for transaction recording and financial reporting. The results indicated an improvement in participants' understanding of financial and tax management, enhanced ability to record transactions digitally, and increased competence in preparing systematic and structured financial statements. Participants also demonstrated positive acceptance of digital technology as a supporting tool for business management. This program contributed to strengthening managerial capacity, supporting better business decision-making, improving tax compliance, and promoting more professional and sustainable business governance.</p>
Vista Yulianti
Agus Fuadi
Sindik Widati
Ilfah Nur Azizah
Copyright (c) 2026 Vista Yulianti, Agus Fuadi, Sindik Widati, Ilfah Nur Azizah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
386
399
10.59422/lp.v4i03.1390
-
Financial Statement Training for Transparent and Accountable MSME Tax Reporting
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1358
<p>Micro, small, and medium enterprises continue to face challenges in financial management, particularly in preparing systematic financial statements and fulfilling tax obligations. These limitations often result in poor financial information quality and hinder effective business decision-making and tax compliance. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of business owners in preparing financial statements as a basis for transparent and accountable tax reporting. The activity was conducted at Pelita Bangsa University on June 19, 2026, involving nine micro, small, and medium enterprise owners from Bekasi Regency. The program employed socialization, training sessions, hands-on financial statement preparation practices, tax reporting simulations, and mentoring in the use of simple financial recording technology. Evaluation was carried out through observation, interviews, and assessments conducted before and after the training. The results demonstrated an improvement in participants' understanding of transaction recording, financial statement preparation, and tax reporting procedures. Participants were also able to implement more structured financial recording practices and utilize simple technology to support business financial management. The program contributed positively to strengthening financial management capacity and increasing tax awareness among participants. Therefore, the training and mentoring activities can serve as an effective empowerment strategy to support more transparent, accountable, and sustainable business management practices.</p>
Dian Sulistyorini Wulandari
Neng Asiah
Widiastuti Widiastuti
Elektra Naurah Salsabila
Copyright (c) 2026 Dian Sulistyorini Wulandari, Neng Asiah, Widiastuti Widiastuti, Elektra Naurah Salsabila
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
332
344
10.59422/lp.v4i03.1358
-
Digital Accounting and Taxation Literacy Training for MSME Capacity Building
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1388
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises play a significant role in supporting regional economic growth; however, they still face challenges in financial management and tax compliance. Limited accounting literacy and low utilization of digital technology often hinder business owners from maintaining proper financial records, preparing financial statements, and fulfilling tax obligations independently. This community service program aimed to strengthen the capacity of business owners through digital-based accounting and taxation literacy. The methods employed included socialization, training, hands-on practice, and mentoring in the use of digital accounting applications and digital tax services. The program was conducted at Universitas Pelita Bangsa and involved nine business owners from Bekasi Regency. The results indicated improvements in participants' understanding and skills in recording financial transactions, preparing simple financial statements, and utilizing digital tax services. Participants were also able to operate digital accounting applications to support more effective and organized business management. The program contributed positively to enhancing managerial capabilities and improving the readiness of business owners to adapt to digital transformation. Therefore, strengthening digital accounting and taxation literacy can serve as an effective strategy to improve professionalism, compliance, and sustainability among micro, small, and medium enterprises.</p>
Maulina Dyah Permatasari
Wisnu Setyawan
Neng Asiah
Lutfia Dhiya Ulhaq
Copyright (c) 2026 Maulina Dyah Permatasari, Wisnu Setyawan, Neng Asiah, Lutfia Dhiya Ulhaq
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
374
385
10.59422/lp.v4i03.1388
-
Penguatan Literasi Dasar Siswa Kelas I Sekolah Dasar melalui Program Pojok Baca di Desa Karangmukti
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1340
<p>Program pengabdian masyarakat Universitas Pelita Bangsa dilaksanakan di SDN Karang Mukti 01, Kabupaten Bekasi, dengan fokus pada peningkatan minat baca siswa kelas I melalui pembangunan dan pemanfaatan Pojok Baca. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa sekolah dasar yang berdampak pada lemahnya keterampilan literasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali efektivitas pojok baca dalam mendukung kegiatan membaca siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam antusiasme membaca, kemampuan menulis sederhana, serta keterampilan literasi siswa setelah pojok baca dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Keberadaan pojok baca juga menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, menyenangkan, dan mendorong siswa untuk berani berinteraksi dengan bacaan. Dengan demikian, pojok baca terbukti mampu menjadi media efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dasar lainnya dalam mengembangkan strategi serupa guna mendukung Gerakan Literasi Sekolah.</p>
Muhamad Syahwildan
Widiastuti Widiastuti
Ade Nurul Hidayat
Rika Aprilianti
Copyright (c) 2026 Muhamad Syahwildan, Widiastuti Widiastuti, Ade Nurul Hidayat, Rika Aprilianti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
312
321
10.59422/lp.v4i03.1340
-
Optimalisasi Usaha Kuliner Nasi Cokot Melalui Inovasi Produk, Branding Visual, Dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1520
<p>Usaha kuliner mikro berbasis makanan tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang, namun sebagian besar pelakunya masih terkendala pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran yang belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan usaha Nasi Cokot di wilayah Bekasi, sebuah usaha kuliner keluarga yang selama ini berjalan tanpa identitas merek dan sistem pengelolaan yang memadai. Metode pelaksanaan dirancang dalam lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Desain Komunikasi Visual sebagai pendamping lapangan selama empat bulan. Hasil kegiatan menunjukkan lahirnya tiga varian menu baru beserta kartu resep standar, penerapan pembukuan digital dan perhitungan harga pokok produksi, perancangan logo dan kemasan bermerek, serta aktivasi akun media sosial dan platform pesan-antar makanan daring yang mendorong pertumbuhan pengikut hingga melampaui target dan peningkatan rata-rata transaksi harian mitra. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan yang menyentuh hulu hingga hilir usaha mampu mendorong transformasi usaha mikro kuliner menjadi lebih profesional, bermerek, dan berdaya saing di pasar digital.</p>
Dwi Astuti
Zulfa Zakiatul Hidayah
Nataliana Bebasari
Parulian Parulian
Sri Mulyati
Copyright (c) 2026 Dwi Astuti, Zulfa Zakiatul Hidayah, Nataliana Bebasari, Parulian Parulian, Sri Mulyati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-13
2026-08-13
4 03
451
459
10.59422/lp.v4i03.1520
-
Digitalization and Sharia Financial Literacy as Strategies for MSME Empowerment in Bekasi Regency
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1386
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises play an important role in supporting regional economic development; however, they continue to face challenges related to digital technology adoption and effective financial management. Limited digital literacy and insufficient understanding of sharia-based financial practices often hinder business competitiveness and sustainability. This community service program aimed to enhance the capacity of business owners in utilizing digital technology for marketing activities and implementing sharia-based financial management practices to support sustainable business growth. The program was conducted on June 6, 2026, in Bekasi Regency and involved fifteen micro, small, and medium enterprise owners. The methods employed included socialization, training sessions, hands-on practice, mentoring, and evaluation through pre-activity and post-activity assessments. The training materials covered digital marketing strategies, the use of social media and online marketplaces, digital financial recording, and financial management based on sharia principles. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding of business digitalization and sharia financial management. Participants showed increased ability to utilize digital platforms for marketing, operate digital bookkeeping applications, and manage business finances more systematically. Furthermore, most participants successfully implemented digital marketing practices and financial recording systems in their business operations. The program indicates that the integration of digitalization and sharia-based financial management can effectively improve the capacity, competitiveness, and sustainability of micro, small, and medium enterprises.</p>
Mohammad Hatta Fahamsyah
Muhammad Najamuddin Dwi Miharja
Adrianna Syariefur Rakhmat
Muhammad Hamdan Ainulyaqin
Gina Nopiyanti
Copyright (c) 2026 Mohammad Hatta Fahamsyah, Muhammad Najamuddin Dwi Miharja, Adrianna Syariefur Rakhmat, Muhammad Hamdan Ainulyaqin, Gina Nopiyanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
351
361
10.59422/lp.v4i03.1386
-
Program LENTERA: Edukasi Hunian Aman dan Perencanaan Biaya Adaptasi Rumah bagi Lansia di Kota Bekasi
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1311
<p>Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia menuntut tersedianya lingkungan hunian yang aman dan mendukung kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, pemahaman masyarakat mengenai prinsip hunian ramah lansia dan perencanaan adaptasi rumah masih terbatas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di lingkungan tempat tinggal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan prinsip hunian ramah lansia serta memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah adaptasi rumah dan perencanaan biaya yang dapat diterapkan sesuai kondisi ekonomi keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Lansia Sejahtera Jatisampurna, Kota Bekasi, dengan metode edukasi, sosialisasi, diskusi interaktif, dan pendampingan partisipatif. Materi yang diberikan meliputi identifikasi risiko pada lingkungan rumah, penerapan modifikasi sederhana untuk meningkatkan keselamatan lansia, serta pengenalan komponen biaya yang diperlukan dalam adaptasi hunian. Kegiatan diikuti oleh 51 peserta yang terdiri atas lansia dan pendamping lansia. Hasil evaluasi terhadap 42 responden (82,35% dari total peserta) menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh penilaian sangat baik dengan rata-rata skor 4,8 untuk kebermanfaatan materi, 4,7 pada peningkatan pengetahuan peserta, dan 4,4 pada peningkatan keterampilan peserta. Sebanyak 69% peserta juga menyatakan minat untuk mengikuti kegiatan lanjutan terkait keselamatan rumah ramah lansia dan pencegahan risiko jatuh. Selain itu, kegiatan menghasilkan luaran berupa booklet edukasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta dan keluarga. Dengan demikian, edukasi hunian ramah lansia dan perencanaan adaptasi rumah dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan mendukung kemandirian lansia.</p>
Ervina Yuliyanti
Asri Winita
Dea Andini Andriati
M. Abdul Aziz
Mauga Kusumah
Copyright (c) 2026 Ervina Yuliyanti, Asri Winita, Dea Andini Andriati, M. Abdul Aziz, Mauga Kusumah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-22
2026-07-22
4 03
235
246
10.59422/lp.v4i03.1311
-
Penguatan Komunikasi Bisnis Berbahasa Inggris bagi Pelaku UMKM Jabodetabek
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1421
<p>Pelaku UMKM di bawah naungan Inkubator Bisnis WIRANESIA menghadapi tantangan perluasan pasar akibat keterbatasan komunikasi bisnis dan pemanfaatan teknologi digital. Pelatihan yang dilakukan pada bulan Februari tahun 2025 ini bertujuan meningkatkan keterampilan presentasi Bahasa Inggris bagi pelaku UMKM dari berbagai bidang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan partisipatif (<em>parcipatory training</em>) melalui beberapa tahapan, mencakup pelatihan terstruktur dengan pendekatan praktis melalui simulasi presentasi, penggunaan alat bantu visual yang efektif, serta latihan intensif dalam pengelolaan bahasa tubuh dan intonasi suara. Pelaksanaan program ini berjalan secara sistematis melalui empat tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan interaktif, pendampingan individual, serta evaluasi program. Hasil umpan balik dari 21 peserta menunjukkan keberhasilan program yang signifikan, dimana 100% responden menyatakan puas terhadap keseluruhan sesi pelatihan (48% sangat setuju dan 52% setuju) karena materi dinilai relevan. Luaran kegiatan ini menghasilkan tersusunnya materi presentasi dengan Bahasa Inggris serta kemampuan peserta melakukan simulasi presentasi bisnis.</p>
Putri Ayienda Dinanti
Wahyu Budi
Bias Yulisa Geni
Copyright (c) 2026 Putri Ayienda Dinanti, Wahyu Budi, Bias Yulisa Geni
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-01
2026-08-01
4 03
301
311
10.59422/lp.v4i03.1421
-
Penguatan Perencanaan Usaha dan Keterampilan Promosi Digital Purna PMI melalui Business Model Canvas dan Canva
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1383
<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perencanaan usaha dan keterampilan promosi digital purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penerapan <em>Business Model Canvas</em> (BMC) dan Canva. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 25 peserta di Desa Mentaras, Kabupaten Gresik. Pendampingan menggunakan pendekatan praktik kolaboratif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, pengisian lembar kerja BMC, latihan penyusunan media promosi, konsultasi, dan umpan balik langsung dari fasilitator. Data kegiatan diperoleh dari identifikasi kebutuhan, daftar hadir, observasi proses, tanya jawab, dokumentasi, serta telaah terhadap lembar kerja dan luaran kelompok yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan lima indikator, yaitu pemahaman fungsi BMC, kemampuan mengidentifikasi unsur dasar model usaha, pemahaman pemasaran digital, kemampuan mengikuti tahapan penyusunan media promosi melalui Canva, dan pengenalan saluran promosi digital. Evaluasi tidak menggunakan <em>pretest–posttest</em> individual maupun skor terstandardisasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta terlibat dalam diskusi, penyusunan lembar kerja, konsultasi dengan fasilitator, serta penerapan arahan secara langsung selama praktik kelompok. Kegiatan menghasilkan dua luaran utama pada tingkat kelompok, yaitu pemetaan gagasan usaha melalui BMC dan pengalaman awal menyusun komunikasi promosi berbasis Canva. Secara praktis, pendampingan membantu peserta menata gagasan usaha secara lebih terstruktur dan mengenali cara sederhana untuk mengomunikasikan produk kepada calon pelanggan. Hasil tersebut masih terbatas pada capaian proses dan kemampuan awal yang diamati segera setelah kegiatan sehingga belum menunjukkan retensi keterampilan, penerapan pada usaha, atau keberlanjutan usaha purna PMI.</p>
M Kholilurrohman
Marsono Marsono
Copyright (c) 2026 Marsono Marsono, M Kholilurrohman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-13
2026-08-13
4 03
424
441
10.59422/lp.v4i03.1383
-
Computerized Banking Operations and Internal Financial Control Practices
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1394
<p>Internship programs play an important role in equipping students with practical competencies relevant to professional work environments. This study used a descriptive qualitative case study design based on one month of direct observation and active participation conducted from February 2 to March 2, 2026 by two undergraduate Management Study Program students at Bank Rakyat Indonesia Ampenan Unit, with the teller and administrative sections as the unit of analysis. Data were drawn from daily activity logs, field observation notes, and banking administrative documentation, and were analyzed descriptively to identify recurring control practices. This article aims to describe banking operational activities and analyze how internal financial control systems were implemented to support operational effectiveness during the internship period. The findings show that verifying transaction documents against recorded data at the AATR archive helped ensure consistency between documentation and actual customer transactions, while the storage of loan and collateral documents in designated, code-referenced archives at BRIMEN reflected a safeguarding practice intended to protect sensitive customer records. These findings suggest that routine, entry-level administrative tasks in banking operations embed concrete internal control practices that can serve as practical reference points for strengthening branch-level control environments and for structuring future student internship placements.</p>
Mutia Hawa
Baiq Vilda Resky Aulia
Sari Ratna Kumala Putri Singgih
Aliyah Ardiastri
Siska Febrianty
Restu Alpiansah
Copyright (c) 2026 Mutia Hawa, Baiq Vilda Resky Aulia, Sari Ratna Kumala Putri Singgih, Aliyah Ardiastri, Siska Febrianty, Restu Alpiansah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-31
2026-07-31
4 03
275
286
10.59422/lp.v4i03.1394
-
Penguatan Daya Saing UMKM Bunga Potong Wijaya Rose melalui Pemberdayaan Agri-Preneur Muda Berbasis Zero Waste
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1379
<p>UMKM bunga potong bersifat rentan karena produk mudah rusak, harga berfluktuasi saat panen raya, limbah organik belum termanfaatkan, dan akses pasar masih bergantung pada tengkulak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM Wijaya Rose melalui pemberdayaan <em>agri-preneur</em> muda berbasis <em>zero waste</em>. Program dilaksanakan selama delapan bulan dengan pendekatan partisipatif berupa pelatihan, bimbingan teknis, fasilitasi, dan pendampingan terhadap 10 peserta, termasuk tiga pemuda pengelola inovasi dan pemasaran digital. Setiap solusi diarahkan pada masalah utama: pengolahan kompos dan <em>eco-enzyme</em> untuk menekan limbah, standardisasi pemotongan, sanitasi, dan larutan pengawet untuk memperpanjang <em>vase life</em>; <em>dried flowers</em> dan <em>pressed flowers</em> untuk meredam risiko penurunan harga; serta <em>social commerce</em> berkonsep <em>green marketing</em> untuk memperluas akses pasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi foto, catatan produksi, <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, serta pemantauan indikator usaha. Hasil menunjukkan skor pengetahuan meningkat dari 46,5 menjadi 84,0; limbah organik turun dari 100 menjadi 30 kg per minggu; <em>vase life</em> mawar meningkat dari 4 menjadi 7 hari; proporsi <em>Grade A</em> naik dari 58% menjadi 78%; dan bunga layu sebelum terjual turun dari 22% menjadi 8%. Dua produk turunan berhasil diuji pasar dengan tingkat penjualan 80%, sedangkan pemasaran digital menghasilkan 31 pertanyaan produk dan 12 transaksi dalam enam minggu. Model ini memperkuat efisiensi, ketahanan pendapatan, dan kapasitas digital mitra, serta berpotensi direplikasi pada UMKM florikultura lain dengan penyesuaian skala produksi, jenis bunga, dan karakter pasar.</p>
Muhammad Fikri Maulana
Andry Mochamad Ramdan
Marsha Apriyanti
Nazwa Zahra Mulyana
Copyright (c) 2026 Muhammad Fikri Maulana, Andry Mochamad Ramdan, Marsha Apriyanti, Nazwa Zahra Mulyana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-28
2026-07-28
4 03
247
256
10.59422/lp.v4i03.1379
-
SAK EMKM-Based Accounting Training to Improve MSME Financial Reporting and Tax Awareness
https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/lp/article/view/1389
<p>Limited financial reporting skills and insufficient understanding of tax obligations remain major challenges affecting business governance and tax compliance among micro, small, and medium enterprises. This community service program aimed to improve participants' knowledge and skills in preparing financial statements based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities and to enhance their understanding of taxation. The program was conducted at Universitas Pelita Bangsa on May 8, 2026, involving 14 micro, small, and medium enterprise owners from Bekasi Regency. The implementation methods included socialization, training sessions, hands-on financial reporting practices, application of simple financial recording technology, mentoring, and evaluation activities. The results demonstrated an improvement in participants' understanding of transaction recording, income statement preparation, statement of financial position preparation, and tax obligations. Most participants were able to prepare simple financial statements and gained awareness of the importance of separating personal and business finances. In addition, participants showed increased awareness of tax compliance as an essential component of sound business governance. The program indicates that structured training and mentoring can effectively strengthen financial management competencies and support improved tax compliance among micro, small, and medium enterprises.</p>
Sindik Widati
Ahmad Bukhori Muslim
Benny Oktaviano
Dwi Rahmania
Copyright (c) 2026 Sindik Widati, Ahmad Bukhori Muslim, Benny Oktaviano, Dwi Rahmania
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-08
2026-08-08
4 03
400
411
10.59422/lp.v4i03.1389