Revitalisasi Jamu dalam Bentuk Puding Temu Ireng di RW 08 Kopiluhur Argasunya
DOI:
https://doi.org/10.59422/lp.v4i01.992Keywords:
Jamu tradisional, temu ireng, puding, pengabdian masyarakat, kesehatanAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan jamu tradisional, khususnya melalui pengembangan produk puding temu ireng. Temu ireng yang dikenal sebagai tanaman jamu dengan banyak manfaat kesehatan, diolah menjadi puding sebagai alternatif gaya hidup sehat. Kegiatan ini melibatkan kader di RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, dan dilaksanakan melalui presentasi, diskusi, serta praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta berhasil memahami cara pembuatan puding temu ireng dan termotivasi untuk membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
References
Ernawati, A. (2020). Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 16(2), 77–94. https://doi.org/10.33658/JL.V16I2.194
Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting Di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.33019/JPI.V1I1.2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ade Irawan, Diyanah Kumalasary, Eka Ratnasari, Mutiara Aryzka Salsabila, Putri Khylyatul Auliya, Nur Syamsiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta © Penulis.
Penulis tetap memegang hak cipta atas artikel ini dan mengizinkan jurnal untuk menerbitkannya. Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan siapa pun untuk menggunakan, membagikan, dan mengadaptasi isi artikel selama mencantumkan atribusi yang tepat dan menggunakan lisensi yang sama untuk karya turunan.
