Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Diapers Menjadi Pot Bunga Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Di Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.59422/lp.v3i01.738Keywords:
Daur Ulang, Limbah Diapers, Pot Bunga, Ramah Lingkungan, SosialisasiAbstract
Limbah diapers sekali pakai merupakan salah satu masalah lingkungan yang signifikan akibat jumlahnya yang besar dan waktu terurai yang sangat lama. Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk mensosialisasikan cara mendaur ulang limbah diapers menjadi pot bunga ramah lingkungan sebagai solusi inovatif untuk mengurangi limbah tersebut. Proses daur ulang melibatkan beberapa tahapan utama. Pertama, diapers dipisahkan menjadi komponen utama, yaitu superabsorbent polymer (SAP) dan pulp. Kedua, bahan-bahan tersebut dicampur dengan semen dan pasir untuk membentuk bahan dasar pot bunga. Setelah pot bunga berhasil dibuat dan diuji kekuatannya, tahap selanjutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pembuatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pot bunga dari limbah diapers, semen, dan pasir memiliki kekuatan struktural yang baik, daya tahan yang cukup tinggi, serta kemampuan menahan air yang memadai. Penggunaan limbah diapers sebagai bahan dasar pot bunga tidak hanya membantu mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir tetapi juga menawarkan produk yang fungsional dan estetis untuk kegiatan hortikultura. Sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah diapers menjadi pot bunga dilakukan di Perumahan Griya Hegar Asri Cikarang Pusat serta di lingkungan Universitas Pelita Bangsa. Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.
References
Bardono, S. (2024, Mei 24). Limbah popok sekali pakai timbulkan masalah lingkungan, apa solusinya? Technology Indonesia. https://technologyindonesia.id/kesehatan/limbah-popok-sekali-pakai-timbulkan-masalah-lingkungan-apa-solusinya./
Dina. (2019). BKKBN: 4,8 juta bayi lahir tiap tahun. Berita Satu. https://www.beritasatu.com/news/536962/bkkbn-48-juta-bayi-lahir-tiap-tahun
Diniah, B. N. (2020). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan kebijakan pengelolaan sampah popok sekali pakai dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan pada anak di bawah 3 tahun (Batita). Journal of Public Health Innovation, 1(1), 60–71.
Marthaliakirana. (2018). Education for sustainable development (ESD) melalui pemahaman masyarakat untuk mengurangi sampah popok sekali pakai dengan menggunakan popok reuse. Jurnal Pendidikan Lingkungan, 5(1), 29–36.
New data-driven approach maps plastic pollution from source to sea in Indonesia, offers improvement strategies. (2021, Mei 21). World Bank. https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2021/05/21/new-data-driven-approach-maps-plastic-pollution-from-source-to-sea-in-indonesia-offers-improvement-strategies
Parinsa, R. A., & Halomon, N. (2022). Kajian timbulan sampah popok sekali pakai di Kabupaten Karawang. Jurnal Teknik Lingkungan, 8(1), 89-94.
Petrus. (2017). Gubernur Jawa Timur digugat warga akibat sampah popok. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/gubernur-jawa-timur-digugat-warga-akibat-sampah-popok/4162144.html
Purningsih. (2019). Pemerintah diminta tegas tangani sampah popok sekali pakai.
Rahat, S. H., Sarkar, A. T., Abd, S., & Rafie, A. (2014). Prospects of diaper disposal and its environmental impacts on populated urban area like Dhaka City.
Zero Waste Indonesia. (n.d.). Mengurangi sampah popok: Mengolahnya menjadi pupuk./
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dodit Ardiatma, Martin Darma Setiawan, Purnama Sakhrial Pradini, Nur Ilman Ilyas, Ujang Pramono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.