Pemulihan Sosial dan Pendidikan Korban Banjir Hidrometeorologi pada Wilayah Terisolasi di Aceh Tamiang

Authors

  • Jamaluddin Jamaluddin Universitas Teknologi Nusantara
  • Intan Munirah Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.59422/lp.v4i03.1504

Keywords:

korban banjir, bencana hidrometeorologi, bantuan kemanusiaan, pemulihan pascabencana, pendidikan darurat

Abstract

Banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan dampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan keberlanjutan pendidikan anak, terutama pada lokasi pengungsian yang sulit dijangkau. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi belum meratanya distribusi bantuan pangan serta terbatasnya perlengkapan belajar bagi anak yang mengalami terhentinya proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak pada lokasi yang sulit dijangkau serta membantu keberlanjutan pendidikan anak melalui penyediaan perlengkapan belajar dan kegiatan edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada 25–29 Mei 2026 melalui tahapan identifikasi lokasi, koordinasi dengan pihak terkait, observasi kebutuhan, penetapan penerima manfaat, distribusi bantuan, penyuluhan edukatif, dan evaluasi kegiatan. Sasaran program terdiri atas 50 keluarga terdampak yang berada di lokasi pengungsian sulit dijangkau, memiliki keterbatasan akses bantuan pangan, serta belum atau belum optimal memperoleh bantuan, dan 30 anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang mengalami terhentinya pembelajaran serta membutuhkan perlengkapan untuk mengikuti sekolah darurat. Intervensi dilakukan melalui penyaluran 50 paket kebutuhan pokok kepada 50 keluarga, 30 paket perlengkapan pendidikan berupa tas, buku, dan alat tulis kepada 30 anak, serta penyuluhan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh bantuan berhasil disalurkan sesuai target program dengan dukungan transportasi dari Pemerintah Aceh. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana perlu mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar dan keberlanjutan pendidikan. Implikasi kegiatan menekankan perlunya perluasan jangkauan bantuan, pendataan penerima secara terintegrasi, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga kemanusiaan.

References

Aldrian, E. &. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435.

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Asep Sumaryana, S. B. (2018). Sosialisasi Model Kolaborasi dalam Manajemen Bencana Alam di Kabupaten Pangandaran. Dharmakarya:Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 136.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Buku Data Bencana Indonesia 2023, bagian kajian potensi bahaya banjir di Provinsi Aceh. Aceh: BNPB.

Bencana, B. N. (2024). Buku Data Bencana Indonesia. Jakarta: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

BNPB. (2025). dampak banjir dan longsor terhadap permukiman, persawahan, jalur transportasi serta isolasi. Jakarta: BNPB.

Coppola, D. P. (2015). Introduction to International Disaster Management (3rd ed.). UK: Elsivier, british library.

Glen Fernandez, i. a. (2019). Build back better” approach to disaster recovery: Research trends since 2006. Elsivier.

Kodoatie, R. J. (2002). Banjir: Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya dalam Linkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

L, R. (2022). Management, 13th ed. Boston: Cengage Learning.

Pemerintah Aceh, B. A. (2025-2026). Rekapitulasi Korban Tanggap Darurat Bencana. Aceh: Setda.

Sedarmayanti, C. I.–1. (2012). Good Governance (Kepemerintahan yang Baik): Membangun Sistem Manajemen Kinerja Guna Meningkatkan Produktivitas Menuju Good Governance,. Bandung: Mandar Maju.

UNDRR, U. d.-D. (2024). Review of the Environment Sector in Hydrometeorological Post-Disaster Needs Assessments (PDNAs) . Geneva: UNDRR,.

Downloads

Published

2026-08-26

Issue

Section

Articles