Transformasi Visual Produk Lokal: Inovasi Kemasan UMKM Pangan di Desa Jayasampurna

Authors

  • Hamdan Amaruddin Universitas Pelita Bangsa
  • Pujiharta Pujiharta Universitas Pelita Bangsa
  • Arief Teguh Nugraha Universitas Pelita Bangsa
  • Ferdina Nafta Apriliani Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.59422/lp.v4i03.1499

Keywords:

Pengabdian Masyarakat, Kemasan Pangan, Diversifikasi Desain, Branding Lokal, UMKM, Nilai Jual

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya nilai jual dan daya tarik visual pada kemasan produk UMKM di Desa Jayasampurna, Bekasi, khususnya pada produk Gagayeum Makaroni dan Basreng Koin Teman Kongkow. Metode pelaksanaan program dirancang secara komprehensif yang meliputi empat tahapan utama, yaitu sosialisasi pentingnya branding, pelatihan dasar desain komunikasi visual, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui perancangan ulang kemasan menjadi standing pouch full print yang higienis serta pembuatan e-commerce, hingga pendampingan cetak serta evaluasi dampak pasar. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan pada aspek estetika dan fungsional kemasan yang kini telah memenuhi regulasi BPOM, mencantumkan label nilai gizi, logo halal, serta informasi kedaluwarsa yang jelas. Restrukturisasi visual ini berhasil memperkuat identitas merek, meningkatkan persepsi kualitas (perceived value), dan memperluas jangkauan pasar mitra ke segmen ritel modern serta digital. Kesimpulannya, diversifikasi desain kemasan terbukti efektif bertindak sebagai silent salesman yang mampu menaikkan daya saing serta omzet penjualan produk pangan lokal.

References

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya nilai jual dan daya tarik visual pada kemasan produk UMKM di Desa Jayasampurna, Bekasi, khususnya pada produk Gagayeum Makaroni dan Basreng Koin Teman Kongkow. Metode pelaksanaan program dirancang secara komprehensif yang meliputi empat tahapan utama, yaitu sosialisasi pentingnya branding, pelatihan dasar desain komunikasi visual, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui perancangan ulang kemasan menjadi standing pouch full print yang higienis serta pembuatan e-commerce, hingga pendampingan cetak serta evaluasi dampak pasar. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan pada aspek estetika dan fungsional kemasan yang kini telah memenuhi regulasi BPOM, mencantumkan label nilai gizi, logo halal, serta informasi kedaluwarsa yang jelas. Restrukturisasi visual ini berhasil memperkuat identitas merek, meningkatkan persepsi kualitas (perceived value), dan memperluas jangkauan pasar mitra ke segmen ritel modern serta digital. Kesimpulannya, diversifikasi desain kemasan terbukti efektif bertindak sebagai silent salesman yang mampu menaikkan daya saing serta omzet penjualan produk pangan lokal.

Downloads

Published

2026-08-23

Issue

Section

Articles