Perancangan Ekowisata Kuliner Bambu Kuning Desa Pasir Sari Kabupaten Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.59422/lp.v1i04.142Keywords:
Perancangan, Ekowisata, KulinerAbstract
Keberlanjutan kegiatan dalam sebuah kawasan tidak terlepas dari dukungan kegiatan-kegiatan yang lain. Kawasan Industri tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan dari zona-zona penyangga seperti zona pendidikan, komersial, kesehatan, wisata, dan sosial budaya. Cikarang sebagai kawasan industri memerlukan zona penyangga salah satunya adalah zona wisata. Di Kampung Poncol Pasirsari Cikarang selatan terdapat lahan yang potensial dikembangkan untuk kegiatan wisata terutama kuliner, karena lokasinya yang dikelilingi perusahaan industri dimana karyawannya membutuhkan lokasi untuk makan dan refreshing sejenak dari rutinitas kegiatan industri. Lahan yang tersedia di kampung Poncol ini akan dikembangkan sesuai potensinya menjadi kawasan wisata kuliner yang mengedepankan konsep Ekologi yang di kaitkan dengan arsitektur. Karena itulah muncul ide perancangan kawasan Ekowisata Kuliner di kampung Poncol desa Pasirsari Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi ini.
References
A Yoeti, Oka. 1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.
Damanik, J., dan Weber, H.F. 2006. Perencanaan Ekowisata dari teori keaplikasi. Yogyakarta: Andi.
Fennel, D.A. 1999. Ecotourism, An Introduction. New York: Routledge.
Latupapua, Y. 2007. Studi Potensi Kawasan dan Pengembangan Ekowisata di Tual Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Agroforestri, Vol.II, No.1, Maret 2007.
Muntasib, EKSH. 2007. Prinsip Dasar Rekreasi Alam dan Ekowisata. Bogor: IPB.
Page, S.J., dan Ross, D.K. 2002. Ecotourism Pearson Education Limited. China.
Suprayitno. 2008. Teknik Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam. Bogor: Departemen Kehutanan Pusat Diklat Kehutanan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Retno Fitri Astuti, Harry Miarsono, Andini Putri Riandani, Zulfika Ahmad Aziz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.