Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Asosiasi Pemuda Tani Karang Mukti (APTANI KASI) untuk Mendukung Pencapaian SDGs
DOI:
https://doi.org/10.59422/djpl.v3i07.1599Keywords:
lahan pekarangan, ketahanan pangan, pemuda tani, TOGA, SDGsAbstract
Desa Karang Mukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, memiliki potensi pertanian yang cukup besar, namun pemanfaatan lahan pekarangan dan keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kangkung, dan bayam, sekaligus membentuk Asosiasi Pemuda Tani Karang Mukti (APTANI KASI) sebagai wadah keberlanjutan program yang mendukung pencapaian SDG 1, SDG 2, SDG 3, SDG 8, SDG 15, dan SDG 17. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan aksi partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, penanaman, pembentukan kelembagaan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengaitkan capaian kegiatan terhadap target SDGs yang relevan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan seluas ±80 m² yang sebelumnya belum produktif telah dimanfaatkan untuk budidaya sayuran dan TOGA, dengan estimasi hasil panen ±100–120 kg sayuran per siklus tanam. Selain itu, lima jenis TOGA telah tersedia sebagai apotek hidup dan APTANI KASI berhasil dibentuk sebagai kelembagaan pemuda tani. Capaian kegiatan menunjukkan kontribusi awal yang kuat terhadap ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan produktif, sementara aspek ekonomi dan keberlanjutan kelembagaan masih memerlukan pendampingan lanjutan.