AGILITY: Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility <p><strong>AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumberdaya Manusia</strong>, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. AGILITY mewadahi publikasi hasil Penelitian bidang ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. AGILITY merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong>Februari, Mei, Agustus </strong>dan <strong>November</strong>.</p> Lentera Ilmu Nusantara en-US AGILITY: Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia 2987-7911 <p><strong>Hak Cipta © Penulis.</strong><br />Penulis tetap memegang hak cipta atas artikel ini dan mengizinkan jurnal untuk menerbitkannya. Artikel ini dilisensikan di bawah <strong>Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)</strong>, yang memungkinkan siapa pun untuk menggunakan, membagikan, dan mengadaptasi isi artikel selama mencantumkan atribusi yang tepat dan menggunakan lisensi yang sama untuk karya turunan.</p> Membangun Workforce Agility melalui Agile HR Practices dan Organizational Trust: Studi pada Industri Manufaktur Indonesia http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility/article/view/1162 <p>Perubahan lingkungan bisnis yang ditandai oleh disrupsi teknologi dan dinamika pasar yang tinggi menuntut perusahaan manufaktur memiliki tenaga kerja yang lincah dan adaptif (<em>workforce agility</em>). Meskipun konsep <em>workforce agility</em> semakin mendapat perhatian, masih terbatas bukti empiris yang menjelaskan bagaimana praktik manajemen sumber daya manusia yang agile serta kepercayaan organisasi (<em>organizational trust</em>) secara simultan memengaruhi kelincahan tenaga kerja, khususnya pada konteks industri manufaktur di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>Agile HR Practices</em> dan <em>Organizational Trust</em> terhadap <em>Workforce Agility</em> pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan perusahaan manufaktur, yang dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Agile HR Practices</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>Workforce Agility</em>. Selain itu, <em>Organizational Trust </em>juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap<em> Workforce Agility. </em>Temuan ini menunjukkan bahwa praktik HR yang<em> agile </em>dan tingkat kepercayaan organisasi secara simultan berperan penting dalam meningkatkan kelincahan tenaga kerja.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan praktik HR yang agile sangat bergantung pada tingkat kepercayaan organisasi yang dirasakan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur mengenai anteseden organisasional <em>workforce agility</em>, serta implikasi praktis bagi perusahaan manufaktur dalam merancang strategi pengelolaan SDM yang adaptif dan berkelanjutan di era transformasi digital.</p> Angi Lestamega Erina Rulianti Copyright (c) 2026 Angi Lestamega, Erina Rulianti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 4 01 1 8 10.59422/lmsdm.v4i01.1162 Loyalitas Kerja Generasi Milenial dan Gen Z di Industri Manufaktur Kawasan MM2100: Peran Career Development Opportunities dan Employee Engagement http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility/article/view/1163 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>career development opportunities</em> dan <em>employee engagement</em> terhadap loyalitas karyawan generasi milenial dan Gen Z di perusahaan manufaktur kawasan MM2100. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan generasi milenial dan Gen Z yang bekerja di perusahaan manufaktur kawasan MM2100. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisis data menggunakan metode <em>Partial Least Squares–Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>career development opportunities</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas generasi milenial dan Gen Z. Sementara itu, <em>employee engagement</em> berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap loyalitas generasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa loyalitas karyawan generasi muda di sektor manufaktur lebih dipengaruhi oleh peluang pengembangan karier dibandingkan keterikatan emosional terhadap organisasi. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur disarankan untuk memprioritaskan penyediaan program pengembangan karier yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan loyalitas karyawan generasi milenial dan Gen Z.</p> Nuzila Mahdian Alwanda Giri Nurpribadi Copyright (c) 2026 Nuzila Mahdian Alwanda, Giri Nurpribadi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 4 01 9 16 10.59422/lmsdm.v4i01.1163 Determinasi Workforce Agility di Industri Manufaktur Jabodetabek: Peran Knowledge Sharing dan Collaboration Technology http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility/article/view/1166 <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh <em>knowledge sharing</em> dan <em>collaboration technology</em> terhadap <em>workforce agility</em> pada perusahaan manufaktur di wilayah Jabodetabek. Di tengah tekanan Industri 4.0, kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan operasional menjadi prioritas krusial bagi organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS, data dikumpulkan dari tenaga kerja di wilayah Jabodetabek. Evaluasi model struktural menunjukkan kekuatan prediksi yang baik dengan nilai R-Square sebesar 0,623 dan Q2 sebesar 0,448. Temuan penelitian mengungkapkan realitas yang kontras di antara kedua faktor pendorong tersebut. <em>Collaboration technology</em> terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>workforce agility</em> (P=0,018), menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan komunikasi <em>real-time</em> sangat penting untuk mempercepat respons di lini produksi. Sebaliknya, <em>knowledge sharing</em> tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap ketangkasan (P=0,314). Hal ini mengindikasikan bahwa pertukaran informasi di sektor ini kemungkinan masih terbatas pada hal teknis rutin dan terhambat oleh <em>Standard Operating Procedure</em> (SOP) yang kaku, sehingga belum mampu memicu adaptabilitas proaktif. Oleh karena itu, manajemen disarankan untuk memprioritaskan investasi pada ekosistem digital kolaboratif guna membangun tenaga kerja yang tangguh dan responsif.</p> Dika Febrianto Suwandi Suwandi Copyright (c) 2026 Dika Febrianto, Suwandi Suwandi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 4 01 17 28 10.59422/lmsdm.v4i01.1166 Peran Digital Collaboration Tools dan Organizational Support dalam Meningkatkan Adaptive Work Behavior pada Industri Manufaktur http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility/article/view/1165 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>digital collaboration tools</em> dan <em>organizational support</em> terhadap <em>adaptive work behavior</em> pada perusahaan manufaktur. Di era transformasi digital, perusahaan manufaktur menghadapi tantangan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karyawan terhadap perubahan lingkungan kerja yang dinamis. <em>Digital collaboration tools</em> menjadi sarana penting dalam memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi tim, sementara <em>organizational support</em> berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perubahan perilaku kerja adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Square</em> (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan perusahaan manufaktur. Analisis data dilakukan menggunakan software SmartPLS untuk menguji hubungan kausal antar variabel dan mengevaluasi model pengukuran serta model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>digital collaboration tools</em> dan <em>organizational support</em> memiliki pengaruh signifikan terhadap <em>adaptive work behavior</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi kolaborasi digital yang efektif dan dukungan organisasi yang kuat dapat meningkatkan kemampuan karyawan dalam beradaptasi dengan perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan manufaktur dalam mengembangkan strategi digital dan kebijakan organisasi yang mendukung perilaku kerja adaptif karyawan.</p> Suherman Suherman Sinta Sundari Heriyanti Copyright (c) 2026 Suherman Suherman, Sinta Sundari Heriyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 4 01 29 40 10.59422/lmsdm.v4i01.1165 Generasi Z sebagai Agen Perubahan Perilaku Organisasi: Systematic Literature Review http://jurnal.lenteranusa.id/index.php/agility/article/view/1155 <p>Pergeseran komposisi angkatan kerja global dalam satu decade terakhir ini mendorong peningkatan perhatian secara akademik khususnya pada karakteristik Generasi Z pada organisasi. Gen Z sangat menghargai fleksibilitas kerja, <em>work-life balance</em>, dan pekerjaan yang bermakna. Dimana hal tersebut menjadi faktor yang menyebabkan motivasi serta menimbulkan <em>engagement </em>bagi karyawan agar tetap bertahan disuatu organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif lintas disiplin yang meliputi perilaku organisasi, manajemen sumber daya manusia dan budaya kerja yang selama ini dikaji secara parsial, serta pada perumusan model konseptual sintesis yang menjelaskan mekanisme perubahan perilaku organisasi yang dipicu oleh karakteristik yang dimiliki oleh Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>systematic literature review </em>untuk melihat dan mengkaji lebih dalam tentang penelitian terdahulu. Tahapan dimulai dari identifikasi, penyaringan, dan kelayakan artikel dari basis data dalam rentang tahun 2015–2025. Analisis dilakukan melalui <em>thematic synthesis</em> dan <em>content analysis</em> untuk mengidentifikasi pola, determinan, serta dampak perilaku Generasi Z terhadap dinamika organisasi. Hasil yang didapat menunjukan bahwa banyak artikel yang menyebutkan bahwa <em>organizational behavior, motivation </em>dan <em>leadership </em>mempengaruhi tingkat <em>engagement </em>pada Gen Z. Selain itu, juga menghasilkan model sintesis konseptual yang menjelaskan mekanisme Generasi Z sebagai agen perubahan perilaku organisasi dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam menyesuaikan praktik manajemen agar lebih fleksibel, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik Generasi Z.</p> Intan Tamara Febrinzky Copyright (c) 2026 Intan Tamara Febrinzky https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 4 01 41 55 10.59422/lmsdm.v4i01.1155